Amsal 10:28 Harapan orang benar akan menjadi sukacita, tetapi harapan orang fasik menjadi sia-sia.
Seperti apakah sukacita di dalam Tuhan? Mungkin orang menganggap bahwa sukacita di dalam Tuhan adalah sama dengan sukacita yang dunia tawarkan. Orang dunia melihat sukacita dari segi yang berbeda dengan umat Tuhan. Mereka memandang bahwa sukacita yang sesungguhnya adalah apabila telah mendapatkan kepuasan dalam hal mendapatkan sesuatu yang sifatnya duniawi seperti uang, harta, jabatan, ketenaran dan lain sebagainya. Sukacita demikian sifatnya sementara (Ayub 20:5). Kalau sukacita di dalam Tuhan adalah suatu sukacita yang tidak hanya dapat disangkutpautkan dengan adanya perolehan sebuah benda, jabatan, harta dan lain sebagainya. Tapi lebih merupakan sukacita yang meluap dari dalam hati karena adanya sebuah pengharapan akan masa depan yang sudah pasti akan diraih dan lebih menetap sifatnya (Ibrani 10:34).
Untuk mengilustrasikan sukacita di dalam Tuhan kita dapat mengambil
sebuah contoh seorang ibu yang sakit bersalin. Ketika seorang Ibu dalam
proses persalinan yang memakan waktu beberapa jam, dia akan mengalami
kesakitan yang sangat luar biasa karena akan melahirkan seorang anak
dari rahimnya. Sang Ibu tidak akan menghiraukan kesakitannya karena di
dalam pikirannya sudah terbayang seorang anak yang lucu akan lahir untuk
menemaninya. Ketika bayi tersebut lahir, sang Ibu tidak akan lagi
mempedulikan sakit bersalin yang telah dialaminya tadi dan diganti
dengan sukacita yang luar biasa.
Demikian juga dengan umat
Tuhan, kita sudah dijanjikan sebuah jalan keselamatan menuju Sorga oleh
Yesus Kristus. Di dalam menanti janji itu, ada begitu banyak masalah,
rintangan, penderitaan, aniaya, siksaan, ketidakenakan dan lain
sebagainya yang dialami. Walaupun demikian, kita tetap dimampukan
bersukacita di dalam pengharapan karena kita memiliki harapan akan
bersama dengan Yesus di Sorga seperti yang dijanjikanNya. Di saat
berdukacita karena ditinggalkan oleh orang yang dicintai, orang percaya
masih mampu menaikkan pujian syukur kepada Tuhan dengan penuh sukacita
dikarenakan percaya bahwa suatu hari kelak akan bertemu kembali
dengannya di Sorga. Di saat mengalami aniaya, orang percaya masih mampu
mengatakan ucapan syukur kepada Tuhan, karena percaya bahwa
penganiayaan yang dialami saat ini tidak sebanding dengan kemuliaan yang
akan diterima ketika Yesus datang kali yang kedua. Inilah kelebihan
orang percaya yang menaruh harapannya kepada Tuhan, yang selalu memiliki
sukacita baik di saat suka maupun duka karena ada pengharapan di dalam
Yesus Kristus. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
##jangan Sampai ktinggalan##